Senin, 14 Mei 2012

demam berdarah

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.

Penyakit demam berdarah banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya seperti Bidan dan Pak Mantri ;-) seringkali salah dalam penegakkan diagnosa demam berdarah, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tipes (Typhoid).



  • Tanda dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue

  • Masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :

    1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 - 40 derajat Celsius).
    2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.
    3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya.
    4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).
    5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.
    6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 - 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).
    7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.
    8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.
    9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.
    10.Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah.

  • Proses Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue

  • Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.

  • Pengobatan Penyakit Demam Berdarah

  • Fokus pengobatan pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).

    Penambahan cairan tubuh melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Selanjutnya adalah pemberian obat-obatan terhadap keluhan yang timbul, misalnya :
    - Paracetamol membantu menurunkan demam
    - Garam elektrolit (oralit) jika disertai diare
    - Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder

    Lakukan kompress dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok. Bahkan beberapa tim medis menyarankan kompres dapat dilakukan dengan alkohol. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena dan peningkatan nilai trombosit darah.

  • Pencegahan Penyakit Demam Berdarah

  • Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk diwaktu pagi sampai sore, karena nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Misalnya hindarkan berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya. Beberapa cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :

    1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.
    2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14).
    3. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion).
    4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain.



    asam urat

    Penyakit asam urat

    Penyakit asam urat merupakan akibat dari konsumsi zat purin secara berlebihan. Purin diolah tubuh menjadi asam urat, tapi jika kadar asam urat berlebih, ginjal tidak mampu mengeluarkan sehingga kristal asam urat menumpuk di persendian. Akibatnya sendi terasa nyeri, bengkak dan meradang.[4]
    Asam urat adalah penyakit dari sisa metabolisme zat purin yang berasal dari sisa makanan yang kita konsumsi. Purin sendiri adalah zat yang terdapat dalam setiap bahan makanan yang berasal dari tubuh makhluk hidup. Dengan kata lain, dalam tubuh makhluk hidup terdapat zat purin ini, lalu karena kita memakan makhluk hidup tersebut, maka zat purin tersebut berpindah ke dalam tubuh kita. Berbagai sayuran dan buah-buahan juga terdapat purin. Purin juga dihasilkan dari hasil perusakan sel-sel tubuh yang terjadi secara normal atau karena penyakit tertentu. Biasanya asam urat menyerang pada usia lanjut, karena penumpukan bahan purin ini[5]

    [sunting] Pantangan penderita asam urat[6][7]

    • Jeroan: ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak
    • Seafood: udang, cumi-cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting, ikan teri, ikan sarden
    • Ekstrak daging seperti abon dan dendeng
    • Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, sarden)
    • Daging kambing, daging sapi, daging kuda
    • Bebek, angsa dan kalkun
    • Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk hasil olahan seperti tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping
    • Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong, daun pepaya, kangkung
    • Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental
    • Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa
    • Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega
    • Makanan kaya protein dan lemak

    [sunting] Tips tambahan bagi penderita asam urat

    • Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti kentang, yogurt, dan pisang
    • Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya dan strawberry
    • Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbing wuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan tomat
    • Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi
    • Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali dan sirup
    • Jangan minum aspirin
    • Jangan bekerja terlalu keras / kelelahan
    • Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup
    • Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan

    [sunting] Obat Traditional Asam Urat[8]

    • Sirsak. Dimakan begitu saja atau dijuice, dimakan/minum tiap hari
    • Daun salam 7 lembar direbus dengan dua gelas air, sampai tinggal 1 gelas, diminum pagi dan sore
    • Labu siam diparut kemudian disaring diambil airnya diminum tiap hari.
    • Cuka apel yang sudah jadi dan dicampur madu dengan ukuran satu sendok madu ditambah 2 sendok makan cuka apel plus air hangat dan diminum selama 1 minggu
    • Kentang mentah dan apel malang dijuice.

    pengobatan malaria

    Pengobatan malaria ditentukan oleh tiga faktor utama yang menentukan perlakuan yaitu spesies yang menginfeksi (parasit Plasmodium), situasi klinis pasien (misalnya anak, dewasa, atau wanita hamil dengan malaria baik ringan atau berat), dan kerentanan terhadap obat. Kerentanan terhadap obat ditentukan oleh wilayah geografis di mana infeksi tersebut diperoleh. Daerah berbeda di dunia memiliki jenis malaria yang resisten terhadap obat tertentu. Obat-obat yang tepat untuk setiap jenis pengobatan malaria harus diresepkan oleh dokter yang akrab dengan protokol pengobatan malaria. Karena orang yang terinfeksi malaria Plasmodium falciparum bisa mengakibatkan kematian (sering kali karena pengobatan yang terlambat), pengobatan segera untuk malaria Plasmodium falciparum sangat diperlukan secara tepat.
    Pengobatan malaria ringan dapat dengan pemberian obat oral, sedangkan malaria berat (terdapat satu atau lebih gejala yang mempengaruhi kesadaran/koma, anemia berat, gagal ginjal, edema paru, sindrom gangguan pernapasan akut, shock, disseminated intravascular coagulation, perdarahan spontan, asidosis, dll) membutuhkan terapi infus (intravena) atau penggantian cairan tubuh di rumah sakit.

    Jenis Obat Untuk Pengobatan Malaria

    pengobatan penyakit malaria tidak selalu mudah, apalagi jika penyakityang diderita sudah semakin memberat. Klorokuin fosfat (Aralen) adalah obat pilihan untuk semua parasit malaria kecuali untuk strain Plasmodium klorokuin. Meskipun hampir semua strain P. malariae rentan terhadap klorokuin, P. falciparum, P. vivax, dan bahkan beberapa strain P. ovale telah dilaporkan resisten terhadap klorokuin.
    Obat anti-malaria dapat diresepkan untuk orang-orang bepergian ke daerah dimana penyakit malaria banyak ditemukan. Hal ini penting untuk melihat penyedia layanan kesehatan melakukan pencegahan dengan baik sebelum keberangkatan. Jenis-jenis obat anti-malaria ditentukan akan tergantung pada pola resistensi obat di daerah yang akan dikunjungi. Menurut CDC (Center For Disease Control and Prevention), wisatawan yang pergi ke daerah Amerika Selatan, Afrika, Asia, dan Pasifik Selatan harus mengambil salah satu obat berikut: mefloquine, doxycycline, klorokuin, hydroxychloroquine, atau Malarone.
    Malaria, khususnya malaria falsiparum, adalah suatu keadaan darurat medis yang membutuhkan perawatan di rumah sakit. Pengobatan malaria dengan obat klorokuin adalah obat anti-malaria yang sering digunakan, tetapi kinidina atau kina, atau kombinasi pirimetamin dan sulfadoksin, dapat diberikan jika infeksi resisten terhadap klorokuin.